Mimpi kuliah di Amerika atau negara maju lainnya? Tes GRE bisa jadi gerbang utamamu! Tapi, apa sih sebenarnya tes GRE itu? Kenapa banyak universitas di Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa menjadikannya syarat wajib? Dan yang paling penting, bagaimana cara mempersiapkannya agar kamu bisa mendapatkan skor tinggi?
Tenang, di artikel ini Tugasin akan membahas semua hal tentang tes GRE secara lengkap. Mulai dari pengertian, materi yang diujikan, struktur tes, hingga tips jitu agar kamu bisa sukses meraih skor impian. Yuk, simak sampai habis!
Apa Itu Tes GRE dan Kenapa Penting
Tes GRE (Graduate Record Examination) adalah ujian standar yang dikelola oleh ETS (Educational Testing Service). Sama seperti TOEFL, tes ini menjadi syarat penting untuk melanjutkan studi pascasarjana (S2 atau S3) di berbagai universitas ternama di Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara Eropa.
Tes GRE dirancang untuk mengukur kemampuan penalaran verbal, kuantitatif, penulisan analitis, dan keterampilan berpikir kritis yang kamu peroleh selama pendidikan sebelumnya. Hasil tes ini membantu universitas menilai apakah kamu siap menghadapi tantangan akademik di jenjang yang lebih tinggi.
Tapi, apakah semua program pascasarjana mewajibkan GRE? Ternyata tidak! Beberapa universitas mungkin hanya menjadikannya syarat formalitas, sementara yang lain menjadikannya faktor penentu dalam seleksi. Jadi, sebelum mendaftar, pastikan kamu mengecek persyaratan program studi yang kamu incar. Jika kamu bingung menentukan universitas atau program yang tepat, Tugasin bisa membantumu dengan jasa konsultasi akademik. Klik di sini untuk info lebih lanjut!
Materi yang Diujikan dalam Tes GRE
Tes GRE terdiri dari dua jenis: GRE Umum (General Test) dan GRE Subjek (Subject Test). GRE Umum adalah yang paling sering diwajibkan, sementara GRE Subjek hanya diperlukan untuk bidang studi tertentu seperti kimia, matematika, fisika, atau psikologi. Pastikan kamu mengecek apakah program studimu memerlukan GRE Subjek ya!
GRE Umum sendiri menguji tiga kemampuan utama, yaitu:
1. Penulisan Analitis (Analytical Writing)
Bagian ini mengukur kemampuanmu dalam menulis esai yang logis, terstruktur, dan kritis. Kamu akan diberikan dua tugas tulisan, masing-masing dengan waktu 30 menit. Tugas pertama biasanya meminta kamu untuk menganalisis suatu isu, sementara tugas kedua meminta analisis terhadap sebuah argumen.
Tips: Latih kemampuan menulis esai dengan waktu terbatas. Kamu bisa meminta bantuan Tugasin untuk mereview atau bahkan menulis esai akademikmu agar lebih tajam dan sesuai standar GRE. Cek layanan joki makalah dan karya ilmiah di sini!
2. Penalaran Verbal (Verbal Reasoning)
Bagian ini menguji kemampuanmu dalam memahami bacaan, menganalisis teks, dan menguasai kosakata akademik. Kamu akan menghadapi dua sesi, masing-masing berisi 20 soal dengan waktu 30 menit. Soal-soal biasanya berupa text completion, sentence equivalence, dan reading comprehension. Kosakata yang diujikan cukup menantang, jadi persiapkan dirimu dengan banyak membaca dan menghafal kata-kata akademik.
3. Penalaran Kuantitatif (Quantitative Reasoning)
Bagian ini mengukur kemampuanmu dalam memecahkan masalah matematika dasar, termasuk aritmatika, aljabar, geometri, dan analisis data. Kamu akan menghadapi dua sesi, masing-masing berisi 20 soal dengan waktu 35 menit. Meskipun materinya tidak terlalu sulit, tapi jangan anggap remeh! Waktu yang terbatas bisa jadi tantangan tersendiri.
Catatan: Kadang-kadang, tes GRE juga menyertakan satu sesi tambahan (verbal atau kuantitatif) yang tidak dinilai. Sesi ini digunakan untuk menguji soal-soal baru, jadi jangan panik jika kamu menemukan sesi tambahan ya!
Struktur dan Durasi Tes GRE
Tes GRE berbasis komputer dan berlangsung selama 3 jam 45 menit. Berikut rincian strukturnya:
- Penulisan Analitis: 2 tugas x 30 menit = 60 menit
- Penalaran Verbal:
- Sesi 1: 20 soal x 30 menit
- Sesi 2: 20 soal x 30 menit (adaptif berdasarkan performa sesi 1)
- Break: 10 menit (opsional setelah sesi ketiga)
- Penalaran Kuantitatif:
- Sesi 1: 20 soal x 35 menit
- Sesi 2: 20 soal x 35 menit (adaptif berdasarkan performa sesi pertama)
Total waktu yang kamu butuhkan, termasuk registrasi dan istirahat, bisa mencapai 4,5 jam. Jadi, pastikan kamu datang dengan kondisi fisik dan mental yang prima!
Frekuensi Tes: Kamu bisa mengikuti tes GRE maksimal 5 kali dalam setahun, dengan jeda minimal 21 hari antara satu tes dengan tes berikutnya. Jika kamu merasa skor yang didapat belum memuaskan, kamu bisa mengulanginya. Tapi ingat, persiapkan dirimu dengan lebih baik ya!
Skor GRE yang Bagus untuk Kuliah di Amerika