Imlek bukan cuma soal angpao dan reuni keluarga, tapi juga momen penuh makna untuk menarik keberuntungan di tahun baru. Sayangnya, banyak yang nggak sadar kalau ada beberapa pantangan saat Imlek yang bisa bikin rezeki malah kabur. Kamu pasti nggak mau kan, tahun baru malah sial gara-gara salah langkah?
Tenang, Tugasin sudah merangkum 5 pantangan utama saat Imlek beserta alasannya. Simak baik-baik supaya kamu bisa merayakan Imlek dengan lancar dan penuh berkah!
Makna Pantangan Imlek
Setiap pantangan saat Imlek punya filosofi mendalam yang berkaitan dengan keberuntungan, rezeki, dan keharmonisan. Tradisi ini diwariskan turun-temurun untuk menjaga energi positif di awal tahun. Meski zaman sudah modern, banyak keluarga Tionghoa yang masih memegang teguh aturan ini sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.
Tapi ingat, pantangan ini bukan aturan baku yang harus diikuti semua orang. Bagi yang masih menjunjung tinggi tradisi, mematuhi pantangan ini bisa jadi cara untuk menjaga keharmonisan keluarga dan menarik energi positif. Yuk, kita bahas satu per satu!
Larangan Memecahkan Kaca Saat Imlek
Salah satu pantangan saat Imlek yang paling terkenal adalah dilarang memecahkan benda kaca. Menurut Laoshi Angel dari Cetta Mandarin, memecahkan kaca dianggap sebagai simbol menghancurkan keberuntungan.
“Kalau benda kaca pecah, serpihannya berserakan. Ini melambangkan keberkahan tahun baru yang ikut hancur,” jelasnya. Bayangkan saja, kamu sudah menunggu setahun penuh untuk momen ini, tapi malah keberuntunganmu pecah berantakan gara-gara kecerobohan.
Apa yang harus dilakukan kalau nggak sengaja memecahkan kaca? Tenang, ada cara untuk menetralisirnya. Kamu bisa mengumpulkan pecahannya dan membungkusnya dengan kertas merah, lalu membuangnya ke tempat sampah sambil mengucapkan permohonan maaf. Cara ini diyakini bisa mengurangi dampak negatifnya.
Alasan Tidak Boleh Pakai Pakaian Gelap Imlek
Pakaian hitam dan putih jadi warna yang harus dihindari saat Imlek. Kenapa? Karena warna ini identik dengan berkabung dalam budaya Tionghoa.
“Pakaian hitam-putih itu menandakan kedukaan. Meski nggak dilarang keras, tapi kesannya kurang pas untuk merayakan tahun baru,” ujar Laoshi Angel. Biasanya, keluarga Tionghoa yang berkabung akan memakai pakaian hitam putih selama bertahun-tahun sebagai tanda penghormatan.
Apa alternatifnya? Pilih warna-warna cerah seperti merah, kuning, atau emas. Warna merah khususnya dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir energi negatif. Jadi, jangan heran kalau kamu melihat banyak orang pakai baju merah saat Imlek!
Mengapa Dilarang Pakai Benda Tajam Imlek
Pantangan saat Imlek selanjutnya adalah menghindari penggunaan benda tajam seperti pisau, gunting, atau alat masak. Mengapa? Karena menggunakan benda tajam dianggap sebagai simbol memotong keberuntungan hidup.
“Saat mengupas atau memotong makanan, itu seperti melambangkan keberuntunganmu dipotong untuk tahun baru,” jelas Laoshi Angel. Itulah sebabnya, makanan yang disajikan saat Imlek biasanya menggunakan bahan utuh, seperti ayam atau ikan yang dimasak dengan kepala dan ekornya.
Apa solusinya kalau memang harus memasak? Kamu bisa menyiapkan semua bahan makanan sehari sebelum Imlek. Dengan begitu, kamu nggak perlu repot memotong-motong saat hari H. Praktis dan tetap menjaga keberuntungan, kan?
Butuh bantuan untuk memahami budaya Tionghoa lebih dalam? Tugasin punya solusi buat kamu yang ingin belajar bahasa Mandarin sambil mendalami budayanya. Dengan jasa joki tugas dari Tugasin, kamu bisa fokus belajar bahasa tanpa terbebani tugas kuliah. Dijamin, kamu bisa lebih mudah memahami tradisi Imlek dan budaya Tionghoa lainnya!
Menyapu Rumah Saat Imlek Bahaya Ini Alasannya
Menyapu rumah saat Imlek ternyata bisa bikin rezeki kabur, loh! Dalam tradisi Tionghoa, menyapu lantai saat Imlek dianggap sebagai tindakan mengusir Dewa Rezeki atau Cai Shen (财神) yang sedang berkunjung.
“Menyapu rumah (扫地, sǎo dì) itu seperti menyapu rezeki yang akan datang. Nggak sopan banget kan, mengusir tamu yang membawa berkah?” ujar Laoshi Angel. Itulah sebabnya, banyak keluarga Tionghoa yang membersihkan rumah secara menyeluruh sebelum Imlek tiba.
Apa yang harus dilakukan kalau rumah kotor saat Imlek? Kamu bisa menunda menyapu sampai beberapa hari setelah Imlek. Atau, kalau memang harus membersihkan, sapulah dari dalam ke luar rumah. Cara ini diyakini bisa menjaga rezeki tetap masuk.
Memotong Kuku dan Rambut Saat Imlek Ini Risikonya
Ada lagi pantangan saat Imlek yang sering diabaikan, yaitu memotong kuku dan rambut. Dalam kepercayaan Tionghoa, memotong kuku atau rambut saat Imlek dianggap sebagai tindakan membuang bagian diri yang membawa keberuntungan.
“Tahun baru Imlek adalah momen untuk menarik rezeki dan kebahagiaan. Memotong kuku atau rambut itu seperti membuang keberuntunganmu sendiri,” jelas Laoshi Angel. Makanya, banyak orang yang memotong rambut atau kuku jauh-jauh hari sebelum Imlek tiba.
Apa yang harus dilakukan kalau kuku atau rambut sudah terlanjur panjang saat Imlek? Kamu bisa menundanya sampai setelah Cap Go Meh, yang menandai berakhirnya perayaan Imlek. Dengan begitu, kamu tetap bisa menjaga keberuntungan tanpa mengorbankan penampilan.
Ingin lebih paham tentang tradisi Imlek dan budaya Tionghoa? Tugasin siap membantumu dengan jasa joki makalah yang profesional. Dapatkan makalah berkualitas tentang budaya Tionghoa tanpa ribet, sehingga kamu bisa fokus mendalami tradisi ini dengan lebih baik!
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, apa saja pantangan saat Imlek dan alasannya? Meski terkesan sepele, tradisi ini punya makna yang dalam dan bisa jadi cara untuk menjaga keharmonisan keluarga. Yang terpenting, tetap hargai tradisi dan nikmati momen Imlek dengan penuh suka cita!