Kamu pasti pernah merasa bingung saat belajar conditional sentence, kan? Tenang saja! Materi ini sebenarnya gampang kok kalau kamu tahu triknya. Bayangkan bisa ngomong bahasa Inggris dengan lancar seperti native speaker—mulai dari ngobrol sehari-hari sampai menulis esai akademik. Nah, conditional sentence adalah kunci utamanya!
Di artikel ini, Tugasin bakal jelasin semua hal tentang conditional sentence—mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, rumus, sampai contoh kalimat yang bikin kamu langsung paham. Yuk, simak sampai habis biar skill bahasa Inggrismu naik level!
Pengertian Conditional Sentence dan Fungsinya
Conditional sentence adalah kalimat pengandaian yang menjelaskan apa yang akan terjadi jika suatu kondisi terpenuhi. Dalam bahasa Indonesia, kita mengenalnya sebagai kalimat bersyarat. Misalnya, “Kalau aku rajin belajar, aku akan lulus ujian.” Di sini, ada dua bagian penting: kondisi (“rajin belajar”) dan hasil (“lulus ujian”).
Fungsinya? Conditional sentence bikin bahasa Inggrismu lebih natural dan fleksibel. Kamu bisa mengungkapkan harapan, kemungkinan, bahkan penyesalan dengan lebih jelas. Bayangkan kalau kamu bisa bilang, “If I had more time, I would help you” (Kalau aku punya lebih banyak waktu, aku akan bantu kamu). Keren, kan?
Ingat! Conditional sentence nggak cuma buat ujian atau tugas sekolah. Kamu juga bakal sering pakai dalam percakapan sehari-hari, terutama kalau lagi diskusi atau debat. Jadi, kuasai materi ini sekarang biar nggak ketinggalan!
4 Jenis Conditional Sentence yang Wajib Kamu Tahu
Conditional sentence punya empat jenis utama, masing-masing punya fungsi dan rumus berbeda. Yuk, kita bahas satu per satu!
1. Conditional Type 0 – Fakta Umum
Digunakan untuk menyatakan fakta atau kebiasaan yang selalu benar. Rumusnya:
- If + present simple, present simple
Contoh:
- If you heat ice, it melts. (Kalau kamu panaskan es, esnya meleleh.)
- If plants don’t get water, they die. (Kalau tanaman nggak disiram, mereka mati.)
Kapan pakai? Saat ngomongin hal-hal yang selalu terjadi, seperti hukum alam atau kebiasaan.
2. Conditional Type 1 – Kemungkinan Nyata di Masa Depan
Digunakan untuk situasi yang mungkin terjadi di masa depan. Rumusnya:
- If + present simple, will + base verb
Contoh:
- If it rains, I will stay at home. (Kalau hujan, aku akan tetap di rumah.)
- If you study hard, you will pass the exam. (Kalau kamu belajar keras, kamu akan lulus ujian.)
Kapan pakai? Saat ngomongin rencana atau prediksi yang realistis.
3. Conditional Type 2 – Situasi Imajiner atau Tidak Nyata
Ada dua fungsi utama:
- Mengungkapkan situasi yang tidak mungkin terjadi di masa sekarang.
- Memberi saran atau kritik dengan cara yang lebih sopan.
Rumusnya:
- If + past simple, would + base verb
Catatan:
- Untuk subject “I”, “he”, “she”, atau “it”, gunakan “were” (bukan “was”). Contoh: If I were you, I would apologize. (Kalau aku jadi kamu, aku akan minta maaf.)
Contoh lain:
- If I had a million dollars, I would travel the world. (Kalau aku punya sejuta dolar, aku akan keliling dunia.)
<li If she knew the answer, she would tell us. (Kalau dia tahu jawabannya, dia akan kasih tahu kita.)