Beasiswa

GRE vs GMAT Mana yang Lebih Cocok untuk Kuliah Bisnis Luar Negeri

Mau lanjut kuliah bisnis di luar negeri tapi bingung harus pilih tes GRE atau GMAT? Tenang, kamu nggak sendirian! Kedua tes ini memang sering jadi syarat wajib untuk masuk universitas impian, terutama untuk program MBA atau jurusan bisnis lainnya. Tapi, apa sih bedanya? Mana yang lebih cocok untukmu? Dan berapa biayanya?

Di artikel ini, Tugasin akan bantu kamu memahami perbedaan GRE dan GMAT secara lengkap—mulai dari pengertian, struktur tes, biaya, hingga tips memilih yang paling sesuai dengan kemampuanmu. Yuk, simak sampai habis!

Pengertian Tes GRE dan GMAT

Sebelum memutuskan, kamu perlu tahu dulu apa itu GRE dan GMAT. Kedua tes ini sama-sama digunakan untuk mengukur kemampuan akademik calon mahasiswa pascasarjana, tapi punya fokus yang berbeda.

Tes GRE (Graduate Record Examination)

GRE adalah tes standar yang diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service). Tes ini biasanya jadi syarat untuk masuk program S2 di berbagai bidang, termasuk bisnis, hukum, dan ilmu sosial. Banyak universitas di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia yang menerima skor GRE untuk pendaftaran.

GRE pertama kali diperkenalkan pada tahun 1936 oleh Yayasan Carnegie dan kini digunakan oleh ribuan universitas di seluruh dunia. Jadi, kalau kamu berencana melanjutkan studi ke luar negeri, GRE bisa jadi pilihan yang fleksibel.

Tes GMAT (Graduate Management Admission Test)

GMAT lebih spesifik untuk program bisnis, terutama MBA. Tes ini dikelola oleh GMAC (Graduate Management Admission Council) dan dirancang khusus untuk mengukur kemampuan analitis, logika, dan pemecahan masalah—skill yang sangat dibutuhkan di dunia bisnis.

GMAT pertama kali diperkenalkan pada tahun 1954 dengan nama ATGSB (Admission Test for Graduate Study in Business). Saat ini, GMAT jadi salah satu tes paling populer untuk masuk sekolah bisnis ternama seperti Harvard, Stanford, dan INSEAD.

Catatan penting: Kedua tes ini punya masa berlaku sertifikat selama 5 tahun. Jadi, kamu punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan pendaftaran kuliahmu.

Perbedaan Struktur dan Skor GRE vs GMAT

Meski sama-sama tes masuk pascasarjana, struktur dan sistem penilaian GRE dan GMAT punya perbedaan yang cukup signifikan. Ini dia rinciannya:

Struktur Tes GRE

GRE terdiri dari tiga bagian utama:

  • Analytical Writing – Kamu diminta menulis esai yang menganalisis argumen atau isu tertentu.
  • Verbal Reasoning – Menguji kemampuan membaca dan memahami teks, termasuk soal reading comprehension, sentence equivalence, dan text completion.
  • Quantitative Reasoning – Berisi soal matematika dasar (aritmatika, aljabar, geometri) dan analisis data. Kalkulator tidak diperbolehkan!

Struktur Tes GMAT

GMAT punya empat bagian, yaitu:

  • Analytical Writing Assessment – Kamu harus menganalisis dan mengkritik sebuah argumen.
  • Integrated Reasoning – Menguji kemampuan menggunakan data untuk memecahkan masalah kompleks.
  • Quantitative Reasoning – Soal matematika yang lebih fokus pada logika dan pemecahan masalah. Kalkulator diperbolehkan!
  • Verbal Reasoning – Terdiri dari reading comprehension, critical reasoning, dan sentence correction.

Sistem Skoring

Ada perbedaan mencolok dalam sistem penilaian kedua tes ini:

  • GRE: Skor Verbal Reasoning dan Quantitative Reasoning berkisar antara 130–170, sedangkan A nalytical Writing 0–6.
  • GMAT: Skor total berkisar antara 200–800. Analytical Writing 0–6 , Integrated Reasoning 0–8, sedangkan Quantitative dan Verbal Reasoning 6–51.

Durasi tes juga berbeda. GRE memakan waktu sekitar 3 jam 45 menit, sementara GMAT sekitar 3 jam 30 menit dengan dua kali istirahat singkat.

Jika kamu masih ragu tes mana yang lebih cocok, Tugasin punya solusinya! Dengan jasa joki tugas, kamu bisa konsultasi langsung dengan ahli untuk menentukan strategi persiapan tes yang paling efektif. Jangan sampai salah pilih, ya!

Cara Memilih Tes yang Tepat untuk Jurusan Bisnis

Nah, sekarang pertanyaannya: GRE atau GMAT, mana yang lebih cocok untukmu? Ini dia beberapa pertimbangan yang bisa kamu gunakan:

  1. Cek persyaratan universitas tujuan. Beberapa kampus lebih mengutamakan GMAT untuk program MBA, sementara GRE lebih fleksibel untuk jurusan lain.
  2. Kenali kemampuanmu. Coba kerjakan latihan soal kedua tes untuk melihat mana yang lebih sesuai dengan gaya belajarmu.
  3. Pertimbangkan tujuan karier. Jika kamu ingin fokus di bidang manajemen atau bisnis, GMAT mungkin lebih relevan. Tapi jika ingin fleksibilitas, GRE bisa jadi pilihan.

Masih bingung? Tenang, kamu bisa memanfaatkan jasa joki makalah dan karya ilmiah dari Tugasin untuk membantu menganalisis kebutuhanmu. Dengan bimbingan ahli, kamu bisa lebih yakin dalam memilih tes yang tepat!

Biaya dan Lembaga Penyelenggara Tes GRE GMAT di Indonesia

Setelah tahu perbedaannya, kamu juga perlu tahu di mana bisa daftar tes dan berapa biayanya. Ini dia informasi lengkapnya:

Tes GRE di Indonesia

GRE bisa kamu ikuti di IIEF (Indonesia International Education Foundation) Jakarta. Biayanya sekitar USD 205 (sekitar Rp 3,1 juta), tapi bisa berubah tergantung kebijakan ETS. Kamu juga bisa mendaftar secara online melalui website resmi ETS.

Tes GMAT di Indonesia

Untuk GMAT, ada tiga lembaga resmi yang bisa kamu pilih:

  • PT. Ebiz Infotama Interindo, Surabaya
  • Universitas Indonesia, Fakultas Teknik UI Gedung C Lantai Dasar, Jakarta
  • PT. Executrain Nusantara Jaya, Jakarta

Biaya tes GMAT sekitar USD 250 (sekitar Rp 3,8 juta). Pastikan kamu selalu cek website resmi GMAC untuk update terbaru, ya!

Kalau kamu merasa biaya tes ini cukup mahal, jangan khawatir! Tugasin menyediakan jasa cek plagiarisme untuk memastikan karya ilmiahmu bebas plagiat dan siap digunakan untuk pendaftaran beasiswa atau universitas. Dengan begitu, kamu bisa lebih fokus mempersiapkan tes tanpa khawatir soal administrasi.

Tips Persiapan dan Latihan Soal GRE GMAT

Persiapan adalah kunci sukses dalam menghadapi GRE atau GMAT. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  1. Kenali format tes. Pelajari struktur dan tipe soal yang akan diujikan agar kamu nggak kaget saat hari H.
  2. Latihan soal secara rutin. Banyak sumber latihan soal gratis di internet, seperti mba.com, Kaplan, atau Princeton Review.
  3. Ikuti simulasi tes. Coba ikuti mock test untuk membiasakan diri dengan tekanan waktu dan suasana ujian.
  4. Fokus pada kelemahanmu. Jika kamu lemah di bagian matematika, perbanyak latihan soal Quantitative Reasoning . Kalau lemah di bahasa, tingkatkan kosakata dan reading comprehension.

Butuh bantuan lebih intensif? Tugasin punya jasa joki skripsi dan tugas yang bisa membantumu mempersiapkan materi tes dengan lebih terstruktur. Dengan bimbingan dari ahli, kamu bisa lebih percaya diri menghadapi ujian!

Jadi, sudah siap memilih antara GRE atau GMAT? Ingat, kunci suksesnya ada pada persiapan matang dan pemilihan tes yang sesuai dengan kemampuanmu. Jangan lupa untuk selalu cek persyaratan universitas tujuan dan berlatih dengan tekun. Semangat, dan semoga sukses menggapai impian kuliah bisnis di luar negeri!


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis