Mimpi kerja di luar negeri semakin dekat ketika kamu berhasil menaklukkan tahap wawancara bahasa Inggris. Tapi, jangan anggap remeh—ini adalah momen krusial yang menentukan apakah kamu akan diterima atau tidak. Banyak kandidat yang gagal bukan karena kurang kompeten, tapi karena tidak siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul.
Tenang, Tugasin punya solusinya! Di artikel ini, kamu akan menemukan 15 contoh pertanyaan wawancara kerja bahasa Inggris yang paling sering ditanyakan oleh recruiter, lengkap dengan tips dan contoh jawaban yang bisa langsung kamu praktikkan. Siap-siap, karena setelah ini, kamu akan lebih percaya diri menghadapi wawancara impianmu!
Pertanyaan Umum Wawancara Kerja Bahasa Inggris
Sebelum masuk ke pertanyaan spesifik, recruiter biasanya akan menanyakan hal-hal dasar untuk mengenalmu lebih dekat. Ini adalah kesempatanmu untuk membuat kesan pertama yang kuat. Jangan sampai salah langkah, ya!
1. Could you tell me about yourself?
Pertanyaan ini bukan sekadar basa-basi. Recruiter ingin tahu siapa kamu sebenarnya, latar belakangmu, dan apa yang membuatmu cocok untuk posisi tersebut. Hindari menceritakan hal-hal yang tidak relevan—fokus pada pengalaman, keterampilan, dan pencapaian yang mendukung lamaranmu.
Contoh jawaban yang efektif:
“Thank you for the opportunity. My name is [Nama], and I’m a [profesi] with [X] years of experience in [bidang]. I started my career at [perusahaan], where I developed skills in [keterampilan]. What excites me about this role is [alasan spesifik], and I believe my background in [pengalaman] makes me a strong fit.”
Jika kamu masih bingung menyusun jawaban, Tugasin bisa membantumu dengan jasa joki tugas untuk mempersiapkan materi wawancara yang lebih personal dan meyakinkan!
2. Why did you leave your last job?
Pertanyaan ini bisa jadi tricky, terutama jika alasanmu meninggalkan pekerjaan sebelumnya kurang menyenangkan. Kuncinya adalah jujur tapi tetap profesional. Hindari mengeluh tentang atasan atau rekan kerja—fokus pada hal-hal positif seperti keinginan untuk berkembang atau mencari tantangan baru.
Contoh jawaban yang baik:
“I left my previous job to pursue a new challenge where I could apply my skills in [bidang] more effectively. While I enjoyed my time there, I felt it was time to take the next step in my career.”
Tips Menjawab Pertanyaan Tentang Perusahaan
Recruiter pasti ingin tahu seberapa serius kamu dengan perusahaan mereka. Jawaban yang asal-asalan bisa membuatmu langsung tereliminasi. Yuk, pelajari cara menjawabnya dengan tepat!
3. Why are you interested in our company?
Ini adalah kesempatanmu untuk menunjukkan bahwa kamu sudah melakukan riset. Sebutkan nilai-nilai perusahaan, proyek yang mereka kerjakan, atau budaya kerja yang sesuai denganmu. Hindari jawaban generik seperti “karena perusahaan ini besar”—itu tidak akan membuatmu menonjol.
Contoh jawaban yang mengesankan:
“I’m excited about the opportunity to work at [Nama Perusahaan] because of your commitment to [nilai/visi perusahaan]. For example, [sebutkan proyek atau inisiatif perusahaan yang menginspirasimu]. My background in [keterampilan] aligns well with this mission, and I’d love to contribute to your team.”
4. Why are you interested in this position?
Recruiter ingin tahu apakah kamu benar-benar memahami peran yang kamu lamar. Jelaskan bagaimana keterampilan dan pengalamanmu cocok dengan tanggung jawab posisi tersebut. Jika kamu bisa menghubungkannya dengan passion atau tujuan kariermu, itu akan menjadi nilai plus!
Contoh jawaban yang tepat:
“This role excites me because it combines my passion for [bidang] with my experience in [keterampilan]. For instance, in my previous job, I [sebutkan pencapaian relevan]. I’m eager to bring this expertise to your team and grow further in this position.”
Menjawab Pertanyaan Kekuatan dan Kelemahan dengan Tepat
Ada dua pertanyaan yang hampir pasti muncul: “What are your strengths?” dan “What are your weaknesses?”. Kedua pertanyaan ini bukan untuk menjebakmu, tapi untuk melihat seberapa baik kamu mengenal diri sendiri dan bagaimana kamu mengatasi kelemahanmu.
5. What are your strengths?
Ada baiknya kamu menyebutkan 2-3 kekuatan yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Jangan lupa sertakan contoh konkret untuk mendukung jawabanmu—ini akan membuatmu lebih kredibel.
Contoh jawaban yang kuat:
“One of my key strengths is problem-solving. For example, at my last job, I identified a bottleneck in our workflow and implemented a new system that improved efficiency by 20%. I also pride myself on my adaptability—I thrive in fast-paced environments where I can learn and grow quickly.”
6. What are your weaknesses?
Jangan katakan “Saya perfeksionis”—itu sudah klise! Pilihlah kelemahan nyata, tapi tunjukkan bagaimana kamu berusaha memperbaikinya. Ini akan menunjukkan bahwa kamu proaktif dan mau berkembang.
Contoh jawaban yang cerdas:
“I sometimes struggle with delegating tasks because I want to ensure everything is done perfectly. However, I’ve been working on this by setting clear expectations and trusting my team members more. This has helped me become a better leader and improve overall productivity.”
Ada kesulitan menyusun jawaban yang tepat? Tugasin menyediakan jasa joki makalah dan karya ilmiah yang bisa membantumu mempersiapkan materi wawancara dengan lebih terstruktur!
Teknik Menghadapi Pertanyaan Situasi Stres dan Konflik
Pertanyaan seperti “How do you handle pressure?” atau “Describe a conflict at work and how you resolved it” bertujuan untuk menguji kemampuanmu dalam menghadapi tantangan. Recruiter ingin melihat apakah kamu bisa tetap tenang dan profesional di situasi sulit.
7. How do you deal with pressure or stressful situations?
Jangan katakan “Saya tidak pernah stres”—itu tidak realistis. Sebaliknya, ceritakan strategi yang kamu gunakan untuk tetap fokus dan produktif, seperti manajemen waktu, prioritas, atau teknik relaksasi.
Contoh jawaban yang efektif:
“When I face pressure, I break down tasks into smaller steps and prioritize what needs to be done first. For example, during a tight deadline at my last job, I created a timeline and delegated tasks to ensure everything was completed on time. I also make sure to take short breaks to stay focused and avoid burnout.”
8. Describe a time you dealt with conflict at work
Ada baiknya kamu menggunakan The STAR Method (Situation, Task, Action, Result) untuk menjawab pertanyaan ini. Ceritakan konflik yang terjadi, tindakan yang kamu ambil, dan hasil positif yang dicapai. Ini akan menunjukkan bahwa kamu bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
Contoh jawaban dengan STAR Method:
“In my previous role, there was a disagreement between two team members about how to approach a project (Situation). My task was to mediate and find a solution (Task). I organized a meeting where we discussed each person’s concerns and found a compromise that worked for everyone (Action). As a result, we completed the project ahead of schedule and improved team collaboration (Result).”
Apa Saja Pertanyaan Lain yang Sering Muncul?
- Do you prefer working independently or in a team? strong>
Jawab dengan jujur, tapi tekankan bahwa kamu fleksibel dan bisa bekerja dalam kedua situasi. Contoh: “I enjoy both! I like collaborating with a team to brainstorm ideas, but I also value the focus and independence of working alone.”
- How do you prioritize your work?</strong
- Jelaskan metode yang kamu gunakan, seperti time blocking atau to-do lists. Contoh: “I use a priority matrix to categorize tasks based on urgency and importance.”