Mimpi kerja jadi perawat di Jepang dengan gaji menggiurkan? Kamu nggak sendirian! Setiap tahun, pemerintah Indonesia mengirim 300 tenaga perawat dan careworker ke Jepang melalui program G to G IJEPA. Dengan gaji bisa mencapai Rp25 juta per bulan, ini kesempatan emas buat kamu yang punya ijazah keperawatan dan ingin mengembangkan karir di luar negeri. Yuk, simak panduan lengkapnya di sini!
Syarat Menjadi Perawat di Jepang
Sebelum daftar, pastikan kamu memenuhi syarat dasar berikut. Program ini terbuka untuk WNI dengan kriteria:
- Usia maksimal 35 tahun saat pendaftaran
- Lulusan D3/D4/S1 Keperawatan (wajib Ners untuk posisi nurse)
- Tidak bertato (wanita) atau bertato/bertindik (pria)
- Bersedia ditempatkan sebagai nurse atau careworker dengan surat pernyataan
- Khusus nurse: punya STR aktif dan pengalaman kerja minimal 2 tahun sejak STR terbit
Perlu diingat, syarat ini bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi, selalu cek informasi terbaru di situs resmi BNP2TKI. Kalau kamu masih bingung apakah ijazahmu memenuhi syarat, Tugasin bisa bantu cek dokumen dan persyaratanmu melalui jasa joki tugas agar lebih terarah!
Gaji Perawat di Jepang dan Tunjangannya
Siapa sih yang nggak tertarik dengan gaji perawat di Jepang? Saat pertama kali bekerja, kamu bisa mendapatkan gaji pokok antara ¥100.000–¥200.000 (sekitar Rp13–25 juta) per bulan. Angka ini belum termasuk:
- Tunjangan makan dan tempat tinggal
- Bonus tahunan (biasanya 1–3 bulan gaji)
- Lembur (bisa menambah penghasilan hingga 20–30%)
Semakin lama bekerja, gajimu bisa naik lho! Banyak perawat Indonesia yang sudah bekerja di Jepang selama 3–5 tahun berhasil mendapatkan gaji di atas ¥300.000 per bulan. Tapi ingat, biaya hidup di Jepang juga perlu diperhitungkan. Untuk itu, persiapkan mental dan finansialmu dengan matang ya!
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Kerja di Jepang
Siapkan dokumen-dokumen ini dengan lengkap dan legalisir untuk menghindari penolakan:
- KTP asli dan fotokopi
- Ijazah dan transkrip nilai (D3/D4/S1 Keperawatan + Ners untuk nurse) – legalisir
- Kartu pencari kerja (AK-1)
- SKCK asli dan legalisir
- Surat keterangan sehat
- Pas foto terbaru (latar belakang putih, ukuran 4×6 cm)
- Paspor aktif (minimal 6 bulan masa berlaku)
- Surat izin dari orang tua/wali/suami/istri (diketahui lurah/kepala desa, materai Rp10.000)
- Surat pernyataan tidak mengundurkan diri (materai Rp10.000, diketahui orang tua/wali)
- Sertifikat JLPT N5 (wajib, legalisir)
Dokumen yang kurang lengkap atau tidak legalisir bisa bikin prosesmu tertunda. Kalau kamu kesulitan menyiapkan dokumen, Tugasin punya jasa joki makalah dan karya ilmiah yang bisa bantu menyusun dokumen penting seperti surat pernyataan atau motivation letter dengan rapi dan profesional.
Langkah Daftar Program G to G IJEPA
Sudah siap semua dokumen? Ini langkah-langkah daftar program G to G IJEPA:
- Registrasi online di situs resmi BNP2TKI
- Verifikasi dokumen: Kirim dokumen fisik ke kantor BNP2TKI terdekat
- Tes tertulis: Biasanya meliputi tes bahasa Jepang, tes akademik keperawatan, dan psikotes
- Matching dengan rumah sakit Jepang: Kamu akan dipertemukan dengan pihak rumah sakit untuk interview
- Medical check-up: Pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang ditunjuk</li
- Pelatihan bahasa Jepang: Selama 6 bulan di Jakarta (gratis, tapi wajib diikuti)</li
- Medical check-up tahap 2 dan ujian akhir
- Penandatanganan kontrak dan persiapan keberangkatan</li
Proses ini bisa memakan waktu 6–12 bulan. Jadi, pastikan kamu sabar dan konsisten ya! Kalau kamu butuh bimbingan lebih intensif, Tugasin menyediakan jasa joki tugas untuk membantu persiapan tes dan interview agar peluangmu lolos lebih besar.
Tips Lolos Seleksi Perawat Jepang
Persaingan program ini cukup ketat. Agar kamu bisa lolos, ikuti tips berikut:
- Perkuat bahasa Jepang: Minimal kuasai JLPT N5, tapi lebih baik N4. Ikuti kursus atau belajar mandiri dengan aplikasi seperti Duolingo atau Bunpo.
- Latihan soal tes akademik: Pelajari kembali materi keperawatan dasar, terutama yang sering keluar di tes.
- Siapkan mental untuk interview: Latih kemampuan komunikasi dan jawab pertanyaan dengan percaya diri. Contoh pertanyaan: “Mengapa Anda ingin bekerja di Jepang?” atau “Bagaimana Anda menangani pasien yang sulit?”.
- Jaga kesehatan: Medical check-up di Jepang sangat ketat. Hindari rokok, alkohol, dan jaga pola makan.
- Cek plagiarisme dokumen: Pastikan semua dokumenmu asli dan bebas plagiat. Tugasin punya jasa cek plagiarisme, lho! Cocok banget buat kamu yang ingin memastikan dokumen lamaranmu 100% original.
- Ikuti perkembangan terbaru: Sering-sering cek situs BNP2TKI atau grup Facebook/Telegram terkait program G to G.
Kerja jadi perawat di Jepang bukan cuma soal gaji tinggi, tapi juga kesempatan untuk belajar sistem kesehatan yang maju dan menambah pengalaman internasional. Dengan persiapan matang, kamu bisa mewujudkan impianmu! Jangan lupa, Tugasin selalu siap membantu kamu dalam setiap tahap persiapan, mulai dari pengecekan dokumen hingga persiapan tes. Yuk, wujudkan karir impianmu di Jepang sekarang!