Edukasi

Au Pair ke Eropa Bukan Mimpi! Begini Cara Kerja di Jerman dan Prancis Tanpa Ribet

Mimpi kerja di Eropa tapi bingung harus mulai dari mana? Program au pair bisa jadi solusi tepat buat kamu yang ingin merasakan hidup di Jerman atau Prancis tanpa modal besar! Cetta Online Class baru saja menggelar webinar seru yang membongkar rahasia sukses jalur au pair, langsung dari pengalaman dua mantan peserta yang sudah berhasil. Yuk, simak semua tips dan insight berharganya di sini!

Pengertian dan Manfaat Program Au Pair

Au pair bukan sekadar program kerja biasa, tapi kesempatan emas untuk belajar budaya baru sambil tinggal bersama keluarga lokal. Dewi Kurnia, mantan au pair di Prancis, menjelaskan bahwa au pair adalah program di mana kamu tinggal bersama host family, membantu mengurus anak-anak, dan belajar bahasa setempat. Alfi Syahrin, rekan Dewi yang pernah au pair di Jerman, menambahkan bahwa program ini sangat terjangkau dibandingkan jalur kerja lain seperti Ausbildung yang butuh sertifikasi bahasa tinggi.

Monica Milan, COO Cetta Online Class, menekankan bahwa au pair adalah pilihan cepat dan mudah untuk merasakan hidup di Eropa. “Program ini murah, prosesnya tidak rumit, dan kamu bisa langsung praktik bahasa sehari-hari,” ujarnya. Jadi, kalau kamu ingin kerja di luar negeri tapi belum punya pengalaman atau modal besar, au pair bisa jadi langkah awal yang tepat!

Butuh bantuan untuk persiapan dokumen atau latihan wawancara au pair? Tugasin siap bantu kamu dengan jasa joki tugas dan konsultasi karier internasional!

Syarat Menjadi Au Pair di Jerman dan Prancis

Mau tahu apa saja syarat jadi au pair? Berikut poin-poin penting yang dibahas dalam webinar:

  • Usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun
  • Memiliki kemampuan bahasa dasar (A2-B1) sesuai negara tujuan
  • Memiliki pengalaman mengurus anak (bisa dari mengasuh adik, mengajar les, atau menjadi pengasuh)
  • Sehat jasmani dan rohani (butuh surat keterangan dokter)
  • Bersedia tinggal minimal 6-12 bulan bersama host family
  • Memiliki visa au pair yang sesuai peraturan negara tujuan

Dewi dan Alfi menekankan bahwa syarat bahasa tidak harus sempurna. “Yang penting kamu punya kemauan belajar dan beradaptasi,” kata Alfi. Mereka juga menyarankan untuk mempersiapkan dokumen seperti CV, surat motivasi, dan referensi pengalaman mengurus anak sejak dini.

Kesulitan menulis surat motivasi atau CV dalam bahasa asing? Tenang, Tugasin punya jasa joki makalah dan karya ilmiah yang bisa bantu kamu menyusun dokumen dengan profesional!

Pengalaman Nyata Au Pair dari Indonesia

Dewi dan Alfi berbagi cerita seru selama menjalani program au pair. Mulai dari suka duka tinggal bersama host family, tantangan mencari makanan Indonesia, hingga momen-momen berharga yang tak terlupakan. Dewi bercerita, “Awalnya aku kaget karena harus bangun pagi untuk siapkan sarapan anak-anak. Tapi lama-lama jadi terbiasa dan malah senang karena bisa belajar langsung dari keluarga lokal.”

Ada juga cerita kurang menyenangkan yang dialami Alfi. “Aku pernah punya host family yang kurang komunikatif. Tapi dari situ aku belajar untuk lebih tegas menyampaikan kebutuhan,” ujarnya. Meskipun begitu, keduanya sepakat bahwa pengalaman au pair sangat worth it. “Ini pengalaman yang nggak bisa dibeli dengan uang,” kata Dewi.

Ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan au pair? Kamu bisa ikuti webinar atau kelas bahasa asing di Cetta Online Class untuk persiapan lebih matang!

Tips Sukses Jalani Program Au Pair

Berdasarkan pengalaman Dewi dan Alfi, berikut tips agar kamu bisa sukses menjalani program au pair:

  1. Pilih host family dengan teliti – Pastikan kamu cocok dengan keluarga yang akan kamu tinggali. Baca profil mereka dengan detail dan ajukan banyak pertanyaan saat interview.
  2. Siapkan mental dan fisik – Hidup di negara baru pasti ada tantangannya. Jaga kesehatan dan selalu terbuka untuk belajar hal baru.
  3. Manfaatkan waktu untuk belajar bahasa – Ikuti kelas bahasa lokal atau praktik langsung dengan host family agar kemampuanmu cepat meningkat.
  4. Jalin hubungan baik dengan host family – Komunikasi adalah kunci. Jangan ragu untuk menyampaikan kebutuhan atau masalah yang kamu hadapi.
  5. Aktif mencari komunitas Indonesia – Bergabung dengan komunitas au pair atau orang Indonesia di kota tujuan bisa bantu kamu mengatasi rasa kangen rumah.
  6. Catat setiap pengalaman – Bawa jurnal atau blog untuk mencatat momen-momen berharga selama au pair. Ini bisa jadi kenangan sekaligus portofolio untuk kariermu ke depannya.

Butuh bantuan untuk persiapan mental atau materi sebelum berangkat? Tugasin menyediakan jasa konsultasi dan bimbingan untuk persiapan karier internasional!

Perbandingan Au Pair dengan Jalur Kerja Lainnya

Masih bingung memilih jalur kerja di Eropa? Berikut perbandingan au pair dengan beberapa opsi lain:


Jalur AU PAIR AUSBILDUNG BEASISWA KERJA PROFESIONAL
Biaya Terjangkau (hanya biaya pendaftaran dan visa) Bervariasi (bisa gratis atau berbayar) Gratis (bahkan dapat uang saku) Mahal (butuh modal besar untuk pindah)
Syarat Bahasa Dasar (A2-B1) Menengah-Tinggi (B1-B2) Tinggi (B2-C1) Sangat Tinggi (C1-C2)
Main Benefit Belajar budaya dan bahasa langsung Pelatihan kerja dan sertifikasi Pendidikan gratis dan jaringan internasional Gaji tinggi dan karier stabil
Main Challenge Harus tinggal bersama keluarga baru Proses panjang dan kompetitif Persaingan ketat dan syarat ketat Butuh pengalaman dan kualifikasi tinggi
Main Target Mahasiswa atau fresh graduate Lulusan SMK atau D3 Mahasiswa berprestasi Profesional berpengalaman

Au pair jelas jadi pilihan tepat buat kamu yang ingin merasakan hidup di Eropa dengan risiko minimal. Selain itu, program ini juga bisa jadi batu loncatan untuk jalur karier lain di masa depan. “Banyak teman au pair yang lanjut ke Ausbildung atau kuliah setelah program ini,” kata Alfi.


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis