Budaya

Puasa 18 Jam di Jerman Bikin Kaget! Ini Tips Lancar dan Rekomendasi Takjil Frankfurt

Bayangkan sahur jam 3 pagi dan baru boleh buka puasa jam 9 malam—itu kenyataan puasa di Jerman! Sebagai mahasiswa Indonesia yang pernah merasakan langsung, aku paham betul rasanya kaget dengan durasi puasa yang super panjang. Tapi jangan khawatir, meski ada tantangan, pengalaman puasa di sini bisa jadi momen berharga yang bikin kamu lebih kuat dan mandiri. Mau tahu gimana caranya bertahan? Simak cerita dan tipsku berikut ini!

Perbedaan Puasa Di Jerman Vs Indonesia

Pertama, yang paling mencolok adalah durasinya. Di Indonesia, puasa biasanya sekitar 12-14 jam. Tapi di Jerman, terutama saat musim panas, durasinya bisa mencapai 18 jam! Bayangin deh, kamu harus menahan lapar dan haus dari subuh sampai hampir tengah malam. Awalnya sih bikin kewalahan, apalagi kalau lagi banyak tugas kuliah atau kerja paruh waktu. Tapi seiring waktu, tubuh akan beradaptasi kok.

Selain durasi, suasana Ramadan juga jauh berbeda. Di Indonesia, suasana Ramadan terasa meriah dengan pasar takjil, iklan di TV, dan suara takbir. Di Jerman? Hanya beberapa masjid yang mengadakan buka bersama atau tarawih. Kadang suasananya terasa sepi, apalagi kalau teman-teman non-muslim nggak paham kenapa kamu nggak makan atau minum. Tapi tenang, di kota besar seperti Berlin, Frankfurt, atau Hamburg, komunitas muslim cukup besar. Kamu bisa bergabung dengan mereka untuk buka puasa bersama dan merasa lebih dekat dengan suasana Ramadan.

Kalau kamu butuh bantuan untuk tugas kuliah atau makalah selama Ramadan, Tugasin siap membantu! Dengan jasa joki tugas, kamu bisa fokus beribadah tanpa khawatir deadline menumpuk.

Tips Sahur Dan Buka Puasa Lancar Di Jerman

Sahur jadi kunci utama untuk bertahan puasa 18 jam. Pastikan kamu makan makanan bergizi seimbang, seperti karbohidrat kompleks (nasi merah, oatmeal), protein (telur, ayam, ikan), dan serat (sayur, buah). Hindari makanan terlalu asin atau manis karena bisa bikin haus lebih cepat. Jangan lupa minum air putih yang cukup, tapi jangan berlebihan ya, biar nggak sering ke toilet.

Saat berbuka, mulailah dengan takjil manis seperti kurma atau kolak untuk mengembalikan energi. Setelah salat magrib, baru lanjut dengan makanan berat. Di Jerman, kamu mungkin kesulitan menemukan makanan khas Indonesia, tapi banyak kok restoran halal yang menyajikan makanan Timur Tengah atau Turki. Kalau kangen masakan Indonesia, coba masak sendiri atau cari di pasar halal.

Untuk minuman, di Jerman orang lebih suka minum air mineral atau jus segar. Kalau kamu terbiasa dengan teh manis, coba bawa sendiri dari rumah atau beli di toko halal. Teh herbal juga bisa jadi pilihan yang menyegarkan!

Tantangan Puasa Sambil Kuliah Atau Kerja Di Jerman

Menjalani puasa sambil kuliah atau kerja di Jerman memang butuh penyesuaian. Jam kerja di Jerman biasanya 8 jam sehari, dan beberapa perusahaan cukup fleksibel dengan waktu istirahat. Kalau atasanmu memahami, kamu bisa minta waktu istirahat lebih lama untuk salat atau sekadar beristirahat. Tapi kalau nggak, kamu harus pintar-pintar mengatur waktu.

Misalnya, datang lebih awal ke kampus atau kantor agar bisa pulang lebih cepat. Atau manfaatkan waktu istirahat untuk tidur siang sebentar agar tetap bugar. Kalau kamu bekerja di bidang yang fleksibel, seperti freelance atau teknologi, kamu bisa menyesuaikan jam kerja sendiri. Yang penting, jangan lupa untuk tetap produktif dan menjaga kesehatan.

Kalau tugas kuliah menumpuk dan bikin stres, Tugasin punya solusi! Dengan jasa joki makalah, kamu bisa tetap fokus beribadah tanpa mengorbankan nilai akademikmu.

Rekomendasi Tempat Takjil Halal Di Frankfurt

Frankfurt punya banyak tempat takjil halal yang enak dan cocok untuk berbuka puasa. Berikut beberapa rekomendasiku:

  • Istanbul Restaurant – Menyajikan makanan Turki autentik seperti kebab dan baklava. Suasananya ramah dan cocok untuk buka bersama.
  • Mangal Restaurant – Restoran Timur Tengah dengan pilihan hummus, falafel, dan teh Turki yang menyegarkan.
  • Al Dar Restaurant – Spesialis masakan Lebanon dengan soup lentil dan sambousek yang lezat.
  • Ristorante Elia – Menyajikan hidangan Mediterania halal seperti pizza dan pasta.
  • Hala Cafe & Restaurant – Tempat nyaman untuk menikmati kebbeh, sambusa, dan knafeh.

Kalau kamu lebih suka makanan vegan, Vegan Isst bisa jadi pilihan. Mereka menyajikan smoothie bowls dan fresh juices yang segar dan kaya nutrisi. Untuk makanan Turki, Saray Restaurant juga wajib dicoba, terutama lahmacun dan baklava-nya!

Cara Menemukan Komunitas Muslim Di Jerman

Merasa kesepian saat Ramadan? Bergabunglah dengan komunitas muslim di Jerman! Di kota besar seperti Frankfurt, Berlin, atau Hamburg, banyak komunitas muslim dari berbagai negara. Kamu bisa mencari informasi melalui masjid setempat, grup Facebook, atau aplikasi seperti Meetup. Biasanya, mereka mengadakan buka puasa bersama, kajian, atau acara Ramadan lainnya.

Selain itu, banyak universitas di Jerman yang punya perkumpulan mahasiswa muslim. Kamu bisa bergabung untuk bertemu teman-teman baru dan berbagi pengalaman. Jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan, karena mereka pasti akan dengan senang hati membantu.

Puasa di Jerman memang penuh tantangan, tapi dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menjalaninya dengan lancar dan penuh makna. Jangan lupa untuk menjaga kesehatan, mengatur waktu dengan baik, dan mencari komunitas yang bisa mendukungmu. Kalau kamu butuh bantuan untuk tugas kuliah atau makalah selama Ramadan, Tugasin siap membantu dengan jasa joki skripsi maupun cek plagiarisme. Dengan begitu, kamu bisa fokus beribadah tanpa khawatir tugas menumpuk.

Semoga pengalaman puasamu di Jerman jadi momen yang tak terlupakan! Kalau kamu punya cerita atau tips lain, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar. Selamat berpuasa!


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis