Budaya Internasional

Siap Kerja di Jepang Tahun 2025? Ini 7 Persiapan Wajib yang Harus Kamu Lakukan!

Mimpi kerja di Jepang tahun 2025? Gaji tinggi, budaya kerja yang profesional, dan pengalaman hidup di negeri sakura memang menggiurkan. Tapi, jangan sampai kamu terburu-buru tanpa persiapan matang. Tanpa bekal yang tepat, kamu bisa kewalahan menghadapi perbedaan budaya, aturan visa yang rumit, atau bahkan biaya hidup yang lebih tinggi dari perkiraan.

Tenang, Tugasin sudah merangkum 7 persiapan wajib yang harus kamu lakukan sebelum berangkat. Dari urusan bahasa, visa, hingga tips adaptasi—semua dibahas lengkap di sini. Yuk, simak dan pastikan perjalanan kariermu di Jepang berjalan lancar!

Kemampuan Bahasa Jepang untuk Bekerja – Jangan Anggap Remeh!

Bekerja di Jepang tanpa menguasai bahasanya? Bisa, tapi sulit. Mayoritas perusahaan Jepang, terutama yang berhubungan langsung dengan klien atau tim lokal, mewajibkan kemampuan bahasa Jepang minimal JLPT N3 atau N4. Bahkan, beberapa perusahaan mensyaratkan N2 untuk posisi tertentu.

Tapi, jangan khawatir! Kamu bisa mulai belajar dari sekarang dengan:

  • Ikuti kursus bahasa Jepang – Pilih lembaga terpercaya seperti Cetta Japan atau platform belajar online yang menawarkan metode fun-learning. Jika kamu butuh bantuan lebih intensif, Tugasin punya jasa joki tugas bahasa Jepang untuk membantu kamu memahami materi dengan lebih cepat.
  • Latihan komunikasi sehari-hari – Bahasa Jepang tidak hanya soal tata bahasa, tapi juga etika berbicara. Misalnya, penggunaan keigo (bahasa hormat) yang sering digunakan di lingkungan kerja.
  • Ikuti ujian JLPT – Sertifikat ini jadi bukti kemampuanmu dan bisa meningkatkan peluang diterima di perusahaan Jepang.

Ingat, kemampuan bahasa bukan hanya untuk bekerja, tapi juga untuk bertahan hidup sehari-hari. Mulai dari membaca label makanan, mengurus administrasi, hingga berinteraksi dengan tetangga—semua butuh bahasa Jepang!

Jenis Visa Kerja dan Cara Mengurusnya – Jangan Sampai Salah Pilih!

Ada beberapa jenis visa kerja di Jepang, dan masing-masing punya syarat dan prosedur berbeda. Salah pilih visa bisa bikin kamu gagal berangkat atau bahkan dideportasi. Berikut jenis visa kerja yang paling umum:

  • Visa Engineer/Humanities/International Services – Untuk pekerjaan di bidang teknik, bisnis, atau layanan internasional. Cocok untuk kamu yang punya latar belakang IT, marketing, atau manajemen.
  • Visa Tokutei Ginou (Specified Skilled Worker) – Untuk pekerja terampil di industri tertentu seperti perhotelan, pertanian, atau manufaktur. Biasanya tidak memerlukan gelar sarjana, tapi butuh sertifikasi khusus.
  • Visa Instructor – Untuk kamu yang ingin mengajar, baik di sekolah bahasa maupun institusi pendidikan lainnya.

Lalu, bagaimana cara mengurusnya? Simak langkah-langkah berikut:

  1. Dapatkan kontrak kerja dari perusahaan Jepang. Tanpa ini, kamu tidak bisa mengajukan visa.
  2. Ajukan Certificate of Eligibility (COE) melalui perusahaan yang menjadi sponsor. Proses ini biasanya memakan waktu 1-3 bulan.
  3. Ajukan visa di kedutaan Jepang Indonesia setelah COE disetujui. Siapkan dokumen seperti paspor, foto, dan formulir aplikasi.

Prosesnya memang panjang dan butuh ketelitian. Jika kamu merasa kewalahan dengan urusan administrasi, Tugasin bisa membantumu dengan jasa joki makalah dan karya ilmiah untuk menyiapkan dokumen pendukung seperti motivation letter atau CV dalam bahasa Jepang.

Budaya Kerja Jepang yang Wajib Dipahami – Jangan Sampai Kaget!

Budaya kerja di Jepang sangat berbeda dengan Indonesia. Disiplin, hierarki, dan etika kerja yang ketat menjadi ciri khasnya. Jika tidak siap, kamu bisa stres atau bahkan dianggap tidak profesional. Berikut hal-hal yang harus kamu pahami:

  • Etika kerja yang ketat: Datang tepat waktu, berpakaian rapi, dan menghormati atasan adalah hal wajib. Keterlambatan, meski hanya 5 menit, bisa dianggap tidak sopan.
  • Konsep Nomikai: Acara minum bersama rekan kerja setelah jam kerja. Meskipun terlihat santai, ini adalah bagian dari membangun hubungan profesional. Menolak ajakan tanpa alasan yang jelas bisa dianggap tidak kooperatif.
  • Jam kerja yang panjang: Meskipun beberapa perusahaan mulai menerapkan sistem fleksibel, jam kerja di Jepang masih cenderung panjang. Siapkan mental untuk lembur jika diperlukan.
  • Keigo (bahasa hormat): Penggunaan bahasa hormat sangat penting, terutama saat berbicara dengan atasan atau klien. Salah ucap bisa dianggap tidak sopan.

Menurut Tutor Cetta yang pernah bekerja di Jepang, adaptasi dengan budaya kerja ini butuh waktu.


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis