Edukasi

Menguasai Auxiliary Verb dalam Bahasa Inggris Cukup 10 Menit Saja

Bayangkan kamu sedang menulis makalah atau skripsi dalam bahasa Inggris, tapi bingung bagaimana menyusun kalimat yang tepat. Salah satu kunci utamanya adalah memahami auxiliary verb atau kata kerja bantu. Auxiliary verb bukan sekadar pelengkap—mereka punya peran penting dalam membentuk tenses, pertanyaan, hingga kalimat negatif. Tanpa mereka, kalimatmu bisa jadi ambigu atau bahkan salah.

Di artikel ini, Tugasin akan membahas tuntas apa itu auxiliary verb, fungsinya, dan jenis-jenisnya beserta contoh penggunaannya. Siap menguasainya dalam waktu singkat? Yuk, simak penjelasannya!

Fungsi Auxiliary Verb dalam Kalimat

Auxiliary verb adalah kata kerja bantu yang bekerja sama dengan kata kerja utama untuk membentuk struktur kalimat yang benar. Mereka tidak berdiri sendiri, tapi memberikan informasi tambahan tentang:

  • Waktu (tenses) – apakah tindakan terjadi sekarang, lampau, atau masa depan
  • Aspek – apakah tindakan sudah selesai, sedang berlangsung, atau akan terjadi
  • Modality – kemungkinan, izin, atau kewajiban (misal: can, may, must)
  • Suara (voice) – apakah kalimat aktif atau pasif

Contoh sederhananya, dalam kalimat “She is reading a book”, kata “is” adalah auxiliary verb yang menunjukkan tindakan sedang berlangsung (Present Continuous). Tanpa “is”, kalimatnya jadi “She reading a book”—salah dan membingungkan, kan?

Butuh bantuan untuk memastikan grammar dalam tugasmu sudah benar? Tugasin menyediakan jasa cek plagiarisme dan proofreading yang bisa membantumu memperbaiki kesalahan tata bahasa, termasuk penggunaan auxiliary verb. Dengan begitu, tulisanmu akan terlihat lebih profesional dan bebas dari kesalahan grammar yang mengganggu!

Jenis Auxiliary Verb dan Contohnya

Ada tiga jenis auxiliary verb utama yang wajib kamu kuasai: do, be, dan have. Masing-masing punya fungsi spesifik dalam kalimat. Yuk, kita bahas satu per satu!

Cara Menggunakan Auxiliary Verb Do

Do adalah auxiliary verb yang paling sering digunakan dalam kalimat negatif dan pertanyaan. Ia juga muncul dalam kalimat positif untuk penekanan. Berikut cara penggunaannya:

  • Kalimat negatif Simple Present:
    She does not (doesn’t) like spicy food. (Dia tidak suka makanan pedas.)
  • Kalimat pertanyaan Simple Present:
    Do you understand this lesson? (Apakah kamu mengerti pelajaran ini?)
  • Kalimat negatif Simple Past:
    He did not (didn’t) submit his assignment on time.
  • Kalimat pertanyaan Simple Past:
    Did they attend the seminar yesterday? (Apakah mereka menghadiri seminar kemarin?)
  • Penekanan dalam kalimat positif:
    I do believe in your abilities! (Saya benar-benar percaya pada kemampuanmu!)

Perhatikan bahwa dalam Simple Present, do berubah menjadi does untuk subjek orang ketiga tunggal (he, she, it). Sedangkan dalam Simple Past, bentuknya selalu did untuk semua subjek.

Penggunaan Auxiliary Verb Be yang Benar

Be adalah auxiliary verb yang paling fleksibel. Ia digunakan untuk membentuk:

  • (1) Continuous Tenses:
    • Present Continuous: The students are preparing for the exam. (Para siswa sedang mempersiapkan ujian.)
    • Past Continuous: The teacher was explaining when the bell rang. (Guru sedang menjelaskan saat bel berbunyi.)
  • (2) Passive Voice:
    • The research was conducted by a team of experts. (Penelitian ini dilakukan oleh tim ahli.)
    • The results will be announced next week.
  • (3) Future Tenses:
    • I will be presenting my thesis tomorrow. (Saya akan mempresentasikan skripsi saya besok.)

Bentuk be berubah-ubah tergantung subjek dan tenses:


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis