Bahasa Asing

Tinggal di Jepang Jadi Lebih Mudah Ini Pengalaman dan Tips dari Tutor Cetta

Mimpi tinggal di Jepang tapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, kamu nggak sendirian! Anissa-sensei, tutor Cetta Japanese yang sedang menjalani hidup di Hyogo, baru saja berbagi pengalaman seru dan tips praktisnya. Dari cara mendapatkan beasiswa hingga menghadapi musim dingin yang ekstrem, semua dibahas tuntas. Yuk, simak cerita lengkapnya supaya persiapanmu lebih matang!

Persyaratan Bahasa Jepang untuk Tinggal di Jepang

Salah satu pertanyaan terbesar saat mau tinggal di Jepang adalah seberapa fasih bahasa Jepang yang dibutuhkan. Anissa-sensei punya jawabannya! Saat ini, ia sedang menempuh pendidikan di senmon gakko (sekolah vokasi) jurusan caregiver dengan beasiswa dari pemerintah Hyogo. Menariknya, program ini punya syarat bahasa Jepang yang jelas.

“Kalau masih level N3, biasanya harus ikut kelas bahasa dulu selama 6 bulan. Aku sendiri sudah N2, jadi bisa langsung masuk senmon gakko,” jelas Anissa-sensei. Ini penting banget karena mayoritas orang Jepang nggak terlalu lancar bahasa Inggris, terutama untuk percakapan sehari-hari.

Selain kemampuan bahasa, syarat lainnya ternyata cukup sederhana: dokumen lengkap dan wawancara. “Awalnya aku kaget karena wawancaranya full bahasa Jepang, tapi sensei-nya baik banget dan sabar menjelaskan,” cerita Anissa. Tantangannya bukan cuma bahasa sehari-hari, tapi juga istilah-istilah teknis di bidang kesehatan yang harus dipelajari.

Butuh bantuan persiapan bahasa Jepang? Tugasin punya solusinya! Dengan jasa joki tugas bahasa Jepang, kamu bisa fokus belajar sambil dibantu mengerjakan tugas-tugas sulit. Praktis, kan?

Kehidupan Sehari-hari di Jepang Menurut Tutor Cetta

Sebelum menetap di Hyogo, Anissa-sensei sempat tinggal di Tokyo dan merasakan perbedaan mencolok antara kehidupan kota dan desa. Di Tokyo, segala kemudahan ada di depan mata—konbini (minimarket) seperti Lawson atau Family Mart ada di setiap sudut jalan. Tapi di desa? “Harus jalan kaki 20 menit buat ke konbini terdekat,” ujarnya sambil tertawa.

Aktivitas harian Anissa cukup padat: sekolah, mengajar di Cetta Japanese, dan baito (kerja paruh waktu) di rumah sakit. Gaji baito-nya? 1000 yen per jam atau sekitar Rp100 ribu! Dalam seminggu, ia bisa mengumpulkan sekitar 20.000 yen. Lumayan banget, kan, untuk tabungan?

Apa yang membuatnya betah tinggal di Jepang? “Lebih nyaman dan tenang, apalagi di desa. Udara sejuk dan orang-orangnya ramah,” kata Anissa. Tapi tentu saja, ada juga tantangannya. Musim dingin (fuyu) jadi momok terbesar baginya. “Menyiksa banget! Tapi ya, harus dihadapi,” akunya.

Cara Mendapatkan Beasiswa Sekolah di Jepang

Salah satu hal yang bikin Anissa-sensei bisa tinggal di Jepang adalah beasiswa dari pemerintah Hyogo. Program ini membuka peluang besar bagi pelajar internasional, termasuk kamu yang berminat! Tapi, gimana caranya?

1. Cari informasi beasiswa

Beasiswa di Jepang nggak cuma dari pemerintah pusat, tapi juga pemerintah daerah seperti Hyogo. Coba cek website resmi pemerintah daerah atau universitas yang kamu tuju. Biasanya, mereka punya program khusus untuk pelajar asing.

2. Persiapkan dokumen dengan matang

Dokumen yang biasanya diminta antara lain transkrip nilai, sertifikat bahasa Jepang (JLPT), surat rekomendasi, dan motivation letter. Pastikan semuanya lengkap dan diterjemahkan ke bahasa Jepang atau Inggris.

3. Lulus tes bahasa dan wawancara

Seperti yang dialami Anissa, wawancara biasanya dilakukan dalam bahasa Jepang. Jadi, pastikan kemampuan bahasamu sudah memadai. Kalau belum, ikut kelas persiapan dulu ya!

Butuh bantuan menulis motivation letter atau esai beasiswa? Tugasin siap membantu! Dengan jasa joki makalah dan karya ilmiah, kamu bisa mendapatkan dokumen yang berkualitas dan bebas plagiat. Dijamin, peluangmu untuk lolos beasiswa jadi lebih besar!

Perbedaan Hidup di Kota dan Desa Jepang

Tokyo dan Hyogo punya karakter yang sangat berbeda. Di Tokyo, segalanya serba cepat dan praktis. Tapi di desa? “Lebih sepi, udara lebih bersih, dan orang-orangnya lebih ramah,” kata Anissa. Ia juga merasa hidup di desa lebih hemat karena jarak tempuh yang jauh membuatnya jarang keluar.

Ada beberapa hal yang mungkin jadi penyesuaian buatmu:

  • Transportasi: Di kota, transportasi umum sangat efisien. Tapi di desa, kamu mungkin harus lebih sering jalan kaki atau naik sepeda.
  • Akses ke fasilitas: Di kota, segala fasilitas ada di dekatmu. Di desa, kamu harus lebih terencana dalam beraktivitas.
  • Interaksi sosial: Orang desa cenderung lebih terbuka dan suka menyapa. Di kota, orang lebih individualis.

“Kalau kamu suka keramaian, mungkin kota lebih cocok. Tapi kalau suka ketenangan, desa adalah pilihan tepat,” saran Anissa. Jadi, kamu lebih suka yang mana?

Tantangan dan Solusi Tinggal di Jepang

Tinggal di Jepang memang menyenangkan, tapi nggak selalu mudah. Anissa-sensei berbagi beberapa tantangan yang ia hadapi dan solusinya:

1. Musim dingin yang ekstrem

Musim dingin di Jepang bisa sangat dingin, terutama di daerah seperti Hyogo. Solusinya? Investasikan pakaian hangat berkualitas dan biasakan diri dengan suhu dingin. “Pakai heater di kamar dan minum minuman hangat bisa bantu,” kata Anissa.

2. Bahasa dan komunikasi

Meskipun sudah belajar bahasa Jepang, tetap ada momen-momen di mana kamu kesulitan berkomunikasi. Solusinya? Jangan malu untuk bertanya dan gunakan aplikasi penerjemah seperti Google Translate. “Orang Jepang biasanya akan membantu kalau kamu berusaha,” ujar Anissa.

3.Adaptasi budaya

Budaya Jepang sangat berbeda dengan Indonesia. Misalnya, etika makan, cara menyapa, atau bahkan cara membuang sampah. Solusinya? Pelajari budaya Jepang sebelum berangkat dan selalu terbuka untuk belajar.

4. Kesepian

Tinggal jauh dari keluarga dan teman bisa bikin kesepian. Solusinya? Bergabung dengan komunitas pelajar Indonesia di Jepang atau ikut kegiatan sosial. “Aku sering ikut acara komunitas Indonesia di sini, jadi nggak merasa sendirian,” cerita Anissa.

Ada satu hal lagi yang penting: jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan mentalmu. Kalau merasa tertekan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Tugasin juga punya jasa joki tugas yang bisa meringankan beban akademismu, lho!


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis