Pernah kepikiran gimana rasanya ngobrol lancar sama penduduk lokal saat traveling ke Singapura? Atau mungkin kamu lagi persiapan kuliah di sana dan pengen lebih siap menghadapi perbedaan bahasa? Singapura bukan cuma terkenal dengan Marina Bay Sands atau hawker center-nya, tapi juga keunikan bahasanya yang jadi cerminan keragaman budayanya. Yuk, kenalan sama 5 bahasa sehari-hari di Singapura yang wajib kamu tahu sebelum berkunjung!
Dari bahasa resmi yang diakui pemerintah sampai bahasa gaul yang cuma dimengerti warga lokal, setiap bahasa punya cerita dan perannya sendiri. Penasaran gimana cara masyarakat Singapura berkomunikasi sehari-hari? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. Jangan lupa, kalau kamu butuh bantuan untuk belajar bahasa asing, Tugasin punya layanan joki tugas bahasa asing yang bisa bantu kamu lebih cepat menguasainya!
Bahasa Melayu di Singapura
Siapa sangka bahasa Melayu ternyata jadi bahasa nasional Singapura? Meskipun hanya sekitar 13-14% penduduk yang menggunakannya sebagai bahasa utama, bahasa Melayu punya sejarah panjang di negara ini. Bahkan, sebelum Inggris datang pada tahun 1819, bahasa Melayu udah jadi bahasa komunikasi utama penduduk lokal. Sampai sekarang, bahasa ini masih digunakan dalam lagu kebangsaan Singapura, “Majulah Singapura”.
Aksen bahasa Melayu yang digunakan di Singapura mirip banget sama yang ada di Indonesia, lho. Penulisannya juga pakai huruf latin yang disebut huruf Rumi. Jadi, kalau kamu udah fasih bahasa Indonesia, berkomunikasi pakai bahasa Melayu di Singapura pasti bakal lebih gampang. Tapi, kalau kamu masih bingung dengan perbedaan kosakata atau tata bahasanya, Tugasin bisa bantu kamu dengan layanan joki makalah bahasa asing untuk tugas kuliah atau persiapan traveling!
Peran Bahasa Inggris di Singapura
Kalau kamu mikir Singapura itu negara Asia yang jarang pake bahasa Inggris, kamu salah besar! Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di Singapura, terutama oleh penduduk berusia di bawah 50 tahun. Bahkan, sekitar 37% penduduk Singapura menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa utama mereka. Ini nggak lepas dari warisan masa penjajahan Inggris yang bikin bahasa ini jadi bahasa pengantar di pemerintahan, ekonomi, dan pendidikan.
Yang menarik, bahasa Inggris yang digunakan di Singapura lebih condong ke British English. Jadi, kalau kamu udah belajar British English, kamu bakal lebih mudah beradaptasi. Tapi, kalau kamu lebih familiar dengan American English, jangan khawatir! Kamu bisa belajar perbedaannya dengan bantuan Tugasin melalui layanan joki tugas yang siap bantu kamu menguasai bahasa Inggris dengan lebih cepat.
Bahasa Mandarin dan Dialek Cina
Selain bahasa Inggris, bahasa Mandarin juga jadi salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di Singapura. Sekitar 35% penduduk Singapura menggunakan bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Mandarin yang digunakan di Singapura mirip dengan Putonghua (bahasa nasional Cina) untuk menjaga hubungan budaya dan ekonomi dengan Cina.
Ada cerita menarik di balik penggunaan bahasa Mandarin di Singapura. Dulu, pemerintah Singapura sempat melarang penggunaan dialek Cina regional seperti Hokkien, Hainanese, Teochew, dan Kanton di media populer seperti televisi dan radio. Tujuannya biar bahasa Mandarin jadi lebih standar. Meskipun sekarang kebijakan ini udah nggak seketat dulu, dialek-dialek tersebut masih digunakan dalam lingkungan pribadi. Jadi, kalau kamu berkunjung ke Singapura, jangan heran kalau mendengar percakapan dalam berbagai dialek Cina!
Penggunaan Bahasa Tamil
Meskipun hanya sekitar 3% penduduk Singapura yang menggunakan bahasa Tamil sebagai bahasa utama, bahasa ini tetap diakui sebagai salah satu bahasa resmi di negara tersebut. Bahasa Tamil dibawa oleh imigran dari Tamil Nadu, India Selatan, dan masih digunakan oleh komunitas India di Singapura.
Ada fakta unik nih! Meskipun Tamil adalah satu-satunya bahasa India yang diakui secara resmi, banyak sekolah di Singapura juga menawarkan pilihan bahasa India lainnya seperti Bengali, Hindi, Urdu, dan Punjabi. Jadi, kalau kamu tertarik belajar bahasa Tamil atau bahasa India lainnya, Tugasin bisa bantu kamu dengan layanan joki tugas bahasa asing. Dengan begitu, kamu bisa lebih siap untuk berkomunikasi dengan masyarakat lokal!
Mengenal Singlish dan Cara Penggunaannya
Nah, ini dia yang paling seru! Selain bahasa-bahasa resmi, ada satu bahasa gaul yang cuma dimengerti warga Singapura, yaitu Singlish. Singlish adalah campuran bahasa Inggris dengan kata-kata dari bahasa Melayu, Hokkien, Tamil, dan dialek Cina lainnya. Contohnya, “Lah” atau “Leh” yang sering ditambahkan di akhir kalimat untuk memberi penekanan.
Contoh Singlish:
- “Can or not?” (Bisa atau nggak?)
- “Don’t play play!” (Jangan main-main!)
- “Shiok lah!” (Enak banget!)
Meskipun Singlish jadi bagian dari budaya sehari-hari di Singapura, pemerintah tetap mendorong penggunaan bahasa Inggris yang baku. Gerakan Speak Good English Movement yang dimulai sejak tahun 2000 bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat. Jadi, kalau kamu mau pakai Singlish, pastikan dalam konteks informal ya! Kalau kamu butuh bantuan untuk belajar bahasa Inggris yang lebih formal, Tugasin punya layanan cek plagiarisme dan joki makalah yang bisa bantu kamu menulis dengan lebih baik.
Apa pun bahasa yang kamu pelajari, yang terpenting adalah niat dan usaha untuk terus belajar. Singapura adalah negara yang multikultural, jadi menguasai bahasa-bahasanya bakal bikin pengalamanmu di sana jadi lebih berkesan. Kalau kamu butuh bantuan lebih lanjut, jangan ragu untuk menggunakan layanan Tugasin. Dari joki skripsi sampai joki tugas, kami siap bantu kamu meraih kesuksesan akademik dengan lebih mudah!