Edukasi

Rahasia Kuasai Simple Past Tense dalam 10 Menit – Dijamin Lancar!

Kamu pernah bingung saat harus menceritakan pengalaman masa lalu dalam bahasa Inggris? Atau mungkin sering salah menjawab soal simple past tense di ujian? Tenang, kamu tidak sendirian! Simple past tense memang sering bikin pusing, tapi sebenarnya gampang kok kalau kamu tahu triknya. Di artikel ini, Tugasin akan membongkar semua rahasia simple past tense mulai dari pengertian, fungsi, rumus, hingga contohnya dalam percakapan sehari-hari. Siap jadi jagoan tenses?

Pengertian Simple Past Tense yang Wajib Kamu Tahu

Simple past tense adalah bentuk waktu yang digunakan untuk menceritakan kejadian yang sudah selesai di masa lalu. Bayangkan kamu sedang bercerita tentang liburan tahun lalu atau tugas yang baru saja kamu kerjakan—itulah simple past tense! Yang bikin beda dari tenses lain adalah penggunaannya yang fokus pada kejadian yang sudah berlalu tanpa perlu menyebutkan durasi atau hubungannya dengan waktu sekarang.

Contoh sederhananya: “I visited Bali last year.” (Saya mengunjungi Bali tahun lalu). Kalimat ini jelas menunjukkan bahwa kunjungan ke Bali sudah terjadi dan selesai di masa lalu. Gampang, kan?

Tapi hati-hati, ya! Simple past tense tidak menggunakan kata kerja bantu seperti “is,” “am,” atau “are.” Untuk kalimat positif, kamu hanya perlu mengubah kata kerja menjadi bentuk lampau (past form). Misalnya, “go” menjadi “went,” “eat” menjadi “ate,” dan seterusnya. Kalau kamu masih bingung dengan bentuk kata kerja lampau, Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa membantumu menguasai materi ini dengan lebih cepat!

5 Fungsi Simple Past Tense yang Sering Dipakai

Apa sih gunanya simple past tense selain untuk bikin kamu pusing? Ternyata, tenses ini punya banyak fungsi lho dalam percakapan dan tulisan bahasa Inggris. Yuk, kita bahas satu per satu!

1. Menceritakan Kejadian yang Sudah Selesai di Masa Lalu

Ini adalah fungsi paling dasar dari simple past tense. Kamu bisa menggunakannya untuk menceritakan apa saja yang sudah terjadi dan selesai di masa lalu, tanpa perlu menyebutkan kapan tepatnya.

Contoh:

  • “She finished her project yesterday.” (Dia menyelesaikan proyeknya kemarin)
  • “They moved to Jakarta in 2020.” (Mereka pindah ke Jakarta tahun 2020)

2. Menceritakan Kisah atau Cerita di Masa Lalu

Pernah baca dongeng “Once upon a time…”? Nah, itu adalah contoh penggunaan simple past tense dalam cerita. Tenses ini sering dipakai untuk menceritakan kisah, dongeng, atau sejarah.

Contoh:

  • “Once upon a time, there was a brave knight.” (Dahulu kala, ada seorang ksatria pemberani)
  • “The kingdom fell after a long war.” (Kerajaan itu runtuh setelah perang panjang)

3. Menyatakan Kebiasaan di Masa Lalu

Meski namanya “past,” tenses ini juga bisa dipakai untuk menceritakan kebiasaan yang dulu sering kamu lakukan, tapi sekarang sudah tidak lagi.

Contoh:

  • “When I was a child, I played soccer every weekend.” (Saat saya masih kecil, saya bermain sepak bola setiap akhir pekan)
  • “She always woke up early for school.” (Dia selalu bangun pagi untuk sekolah)

4. Menjelaskan Urutan Kejadian (Kronologi)

Simple past tense sangat berguna untuk menceritakan urutan kejadian di masa lalu. Misalnya, saat kamu menjelaskan langkah-langkah dalam sebuah proses atau kronologi suatu peristiwa.

Contoh:

  • “First, I woke up. Then, I brushed my teeth.” (Pertama, saya bangun. Kemudian, saya menggosok gigi)
  • “He arrived at the station, bought a ticket, and boarded the train.” (Dia tiba di stasiun, membeli tiket, dan naik kereta)

5. Menyatakan Fakta atau Kebenaran di Masa Lalu

Terakhir, simple past tense juga digunakan untuk menyatakan fakta atau kebenaran yang terjadi di masa lalu, meskipun sekarang mungkin sudah berubah.

Contoh:

  • “The first computer was invented in 1943.” (Komputer pertama ditemukan pada tahun 1943)
  • “Indonesia declared independence in 1945.” (Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945)

Dengan memahami kelima fungsi ini, kamu bisa lebih percaya diri saat menggunakan simple past tense. Kalau masih ragu, Tugasin siap membantumu dengan jasa joki makalah yang bisa mengoreksi dan memperbaiki tulisanmu agar lebih natural!

Rumus Simple Past Tense untuk Kalimat Positif, Negatif, dan Tanya

Ayo kita langsung praktik! Rumus simple past tense sebenarnya sangat sederhana, lho. Kamu hanya perlu mengingat tiga pola dasar: kalimat positif, negatif, dan tanya. Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Kalimat Positif (Affirmative)

Untuk kalimat positif, rumusnya adalah:

  • Subjek + Kata Kerja Bentuk Lampau (Past Form) + Objek (Opsional)

Contoh:

  • “She watched a movie last night.” (Dia menonton film tadi malam)
  • The students submitted their assignments on time.” (Para siswa mengumpulkan tugas tepat waktu)

Ingat, ya! Untuk subjek “I,” “you,” “we,” dan “they,” kamu tidak perlu menambahkan kata kerja bantu seperti did dalam kalimat positif.

2. Kalimat Negatif (Negative)

Untuk kalimat negatif atau penyangkalan, rumusnya adalah:

  • Subjek + did not (didn’t) + Kata Kerja Bentuk Dasar (Base Form) + Objek (Opsional)

Contoh:

  • He didn’t attend the meeting yesterday.” (Dia tidak menghadiri rapat kemarin)
  • We didn’t visit the museum last weekend.” (Kami tidak mengunjungi museum akhir pekan lalu)

Awas jebakan! Dalam kalimat negatif dan tanya, kata kerja harus kembali ke bentuk dasar (base form), bukan bentuk lampau. Jadi, bukan “didn’t went,” tapi “didn’t go.”

>

3. Kalimat Tanya (Interrogative)
>

Untuk kalimat tanya, rumusnya adalah:

  • Did + Subjek + Kata Kerja Bentuk Dasar (Base Form) + Objek (Opsional)

Contoh:

  • Did you finish your homework?” (Apakah kamu sudah menyelesaikan PR-mu?)
  • Did they win the competition?” (Apakah mereka memenangkan kompetisi?)

Kalau kamu masih kesulitan mengingat rumus-rumus ini, coba deh buat catatan atau minta bantuan teman untuk latihan bersama. Atau, kalau kamu butuh bantuan lebih ekstra, Tugasin punya jasa joki tugas yang bisa membimbingmu langkah demi langkah!

Ciri-Ciri Simple Past Tense yang Bikin Kamu Langsung Paham

Supaya kamu nggak salah lagi, yuk kenali ciri-ciri simple past tense berikut ini. Dengan memahami ciri-cirinya, kamu bisa langsung tahu apakah sebuah kalimat menggunakan simple past tense atau tidak.

1. Menggunakan Kata Kerja Bentuk Lampau (Past Form)

Ini adalah ciri paling khas dari simple past tense! Kata kerja dalam kalimat harus diubah menjadi bentuk lampau. Misalnya:

  • “write” → “wrote”
  • see” → “saw”
  • “take” → “took”

Jangan lupa, ada kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) seperti “go” → “went” yang harus kamu hafal, ya!

2. Menggunakan Kata Kerja Bantu “Did” untuk Kalimat Negatif dan Tanya

Untuk kalimat negatif (“did not” atau didn’t) dan kalimat tanya (“Did…?”), kamu harus menggunakan kata kerja bantu “did.” Ingat, kata kerja setelah “did” harus kembali ke bentuk dasar.

>

Contoh:

  • “She didn’t understand the lesson.” (Dia tidak mengerti pelajarannya)
  • Did you see that movie?” (Apakah kamu menonton film itu?)

h3>3. Tidak Menggunakan Kata Kerja Bantu “Did” untuk Kalimat Positif dengan Subjek Tertentu

Untuk kalimat positif dengan subjek “I,”


Tim Redaksi
Tim Redaksi Website
Butuh Bantuan dengan Tugasmu?

Tim ahli kami siap membantu kamu menyelesaikan tugas dengan cepat dan berkualitas.

Konsultasi Gratis